Audit Organisasi dan Tata Kerja Guna Terwujudnya Organisasi yang Tepat Fungsi, Tepat Ukuran, dan Tepat Proses

Audit Organisasi dan Tata Kerja Guna Terwujudnya Organisasi yang Tepat Fungsi, Tepat Ukuran, dan Tepat Proses

Jakarta, 08/08/18 Kemenkeu – Dalam rangka pelaksanaan program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan dan guna mewujudkan kelembagaan pemerintah yang tepat ukuran, tepat fungsi, dan tepat proses serta selaras dengan amanat RPJMN 2015-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melaksanakan evaluasi/audit organisasi dan tata kerja terhadap tujuh Kementerian Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Pariwisata. Untuk pengumpulan data di lapangan, Kemenpan RB menunjuk PT. GML Performance Consulting ditunjuk Kemenpan RB sebagai tim evaluator.

Sasaran utama dari Evaluasi/Audit OTK adalah Ingin memastikan bahwa tugas dan fungsi masing-masing Kementerian sudah memadai dalam konteks untuk melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode 2020-2024.

Pelaksanaan evaluasi/audit OTK ini diawali dengan kick off meeting tanggal 23 Juli 2018, setelah itu telah dilakukan penyampaian dokumen Roadmap Reformasi Birokrasi, Renstra, SOTK, Peta Proses Bisnis, Kajian Dinamika Makro, dan lain sebagainya. Selanjutnya dilakukan in-depth interview terhadap seluruh unit di Kemenkeu, yaitu 11 unit Eselon I dan 1 unit setingkat Eselon I, PP INSW, dengan Subject Matter Expert (SME) adalah sebagian besar Pimpinan unit Eselon I, dan sebagian lainnya dilakukan oleh pimpinan unit Eselon II yang memahami perihal organisasi unit bersangkutan.

Rangkaian in-depth interview diawali dari Sesditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mewakili Ditjen PPR tanggal 23 Juli 2018 dan diakhiri oleh Direktur Jenderal Pajak tanggal 7 Agustus 2018. Dalam in-depth interview tersebut, secara umum dilakukan pendalaman atas pendapat pimpinan-pimpinan tersebut terkait, tugas dan fungsi, hubungan antar unit eselon I, hubungan dengan K/L/Pemda, pandangan makro atas tantangan yang akan datang, dan lain sebagainya dengan ruang lingkup masing-masing unit eselon I.

Sekretaris Jenderal Hadiyanto dalam in-depth interview yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Agustus 2018, selain menyampaikan paparan selaku pimpinan unit Sekretariat Jenderal, juga menyampaikan pandangan terkait organisasi dan tata kerja Kemenkeu secara umum. "Ada beberapa fungsi yang memang bisa dijalankan dengan organisasi sekarang, tetapi dengan perubahan dinamika global, perubahan ekonomi domestik, perubahan politik, dan kebutuhan peningkatan pelayanan, simplifikasi, proses bisnis yang lebih mudah, (organisasi) sekarang dirasakan kurang cukup, bisa kita disempurnakan organisasi," ucap Hadiyanto, merespon pertanyaan mengenai kondisi organisasi saat ini dalam kapasitasnya untuk menjalankan fungsi-fungsinya. “Tantangan terbesar Indonesia adalah how we respon terhadap global change”, lanjut Hadiyanto.

Tahap selanjutnya, akan segera dilaksanakan Focused Group Discussion dalam 3 sesi untuk melakukan pemetaan fungsi yang akan dimulai akhir Agustus ini. (org/npn/sr)


facebook twitter
shadow