Dari Monev KPPBC TMP C Tual, hingga Bimbel PKN STAN di Kota Tual

Dari Monev KPPBC TMP C Tual, hingga Bimbel PKN STAN di Kota Tual

Tual, 04/03/2019 Kemenkeu — Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) melaksanakan monitoring dan evaluasi pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Tual di Kepulauan Kei pada Selasa (26/2).

Dalam kesempatan ini, Kepala KPPBC TMP C Tual M. Anshar mengungkapkan bahwa dengan luasnya wilayah pengawasan area laut—termasuk 894 pulau, KPPBC TMP C Tual membutuhkan peningkatan mobilitas transportasi laut. Kebutuhan ini juga mengingat belum adanya transportasi laut reguler yang menjangkau seluruh wilayah. Wilayah kerja KPPBC TMP C Tual—meliputi Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Kabupaten Maluku Tenggara, termasuk dalam kawasan terluar Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Papua Nugini.

Selain monitoring dan evaluasi, Kepala Biro Organta Dini Kusumawati juga menghadiri pembukaan kegiatan Bimbingan Belajar Persiapan Seleksi Masuk Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Aula Walikota Tual pada Rabu (27/2). Kegiatan yang diinisisasi oleh KPPBC TMP C Tual bekerja sama dengan Kemenkeu Muda Kei ini diikuti oleh 120 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Wakil Walikota Tual Usman Tamnge, Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan merangkap sebagai Ketua Ikatan Alumni STAN Cris Kuntadi, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Maluku Finari Manan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin menyampaikan rasa harunya atas kepedulian dari Pemerintah Pusat di daerah, dan upayanya dalam mengembangkan serta memberikan kesempatan putera-puteri dari kedua daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di PKN STAN.

Dini menyampaikan bahwa berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Kemenkeu menerapkan manajemen sumber daya manusia dengan sistem merit yaitu berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, ataupun kondisi kecacatan. Dini juga berpesan agar para siswa rajin belajar dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar dapat lolos menjadi mahasiwa PKN-STAN dan menjadi ASN Kemenkeu. (kim/org/wa)


facebook twitter
shadow