Kemenkeu Ajak Anak Muda Peduli APBN melalui Kompetisi Hackathon 2019

Kemenkeu Ajak Anak Muda Peduli APBN melalui Kompetisi Hackathon 2019

Jakarta, 08/03/2019 Kemenkeu — Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) menyelenggarakan Kompetisi Hackathon 2019 dengan tema “Generasi Peduli #UangKita” dengan mengundang anak muda Indonesia untuk membantu memperkenalkan Anggaran Pendidikan dan Belanja Negara (APBN) kepada masyarakat melalui platform teknologi informasi. Kegiatan final yang berlangsung pada 1-3 Maret 2019 ini dihadiri oleh para pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari berbagai perusahaan yang mendukung kegiatan ini yaitu Accenture, Kalibrr, Dana, Huawei, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Grab Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Acara final diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis—selaku Ketua Pelaksana Harian Hackathon 2019, Muhammad Al-Arief. Al-Arief menyampaikan harapannya agar melalui penyelenggaraan Kompetisi Hackaton 2019 ini didapatkan inovasi terbaik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan edukasi pengelolaan keuangan negara kepada masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto, dalam keynote speech-nya, memotivasi para finalis kompetisi Hackathon 2019 untuk lebih berkontribusi mempermudah akses masyarakat terhadap informasi, sehingga literasi publik terhadap pengelolaan keuangan negara dapat meningkat. “Kementerian Keuangan mengharapkan kompetisi ini akan mampu melahirkan berbagai inovasi dan aplikasi yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan APBN,” tutur Hadiyanto.

Kompetisi Hackathon 2019 ini diikuti oleh 13 tim finalis yang terdiri dari 39 anak muda dari seluruh Indonesia yang tersaring dari ±3.500 pendaftar. Melalui final kompetisi yang digelar selama tiga hari ini, para peserta ditantang untuk dapat memberikan solusi inovatif yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi APBN. Solusi ini dapat menjadi katalis positif bagi generasi muda Indonesia untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana negara mengelola kebijakan fiskal serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap pengelolaan keuangan negara. (fdr/kom/wa)


facebook twitter
shadow