Kementerian Keuangan Menyampaikan Hak-Hak Kepegawaian Korban Kecelakaan Pesawat Udara Lion Air JT-610

Kementerian Keuangan Menyampaikan Hak-Hak Kepegawaian Korban Kecelakaan Pesawat Udara Lion Air JT-610

Jakarta, 07/01/19 Kemenkeu — Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengadakan acara “Silaturahmi dan Penyampaian Hak-hak Pegawai Kementerian Keuangan yang Mengalami Musibah Kecelakaan Pesawat Udara Lion Air JT-610” pada Jumat (04/01). Kecelakaan yang terjadi pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu tersebut masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Keuangan.

Acara tersebut dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto dan beberapa pejabat Eselon I Kementerian Keuangan. Turut hadir pula Direktur Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen), Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) serta perwakilan dari Bapertarum serta para kerabat korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Sesjen Hadiyanto menyampaikan dalam laporannya, Kementerian Keuangan senantiasa melakukan langkah-langkah partisipatif terhadap penanganan musibah yang terjadi, mulai dari pendampingan di rumah sakit kepada keluarga korban, pendirian posko informasi, pendampingan psikologis dalam membantu proses identifikasi korban, sampai dengan penyelesaian proses administrasi kepegawaian.

“Setiap Pegawai Kemenkeu adalah pengelola Keuangan Negara oleh karenanya perhatian Kementerian Keuangan kepada seluruh jajaran pegawai/pejabat akan senantiasa diberikan kepada yang terkena musibah,” tutur Hadiyanto.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya menyatakan apresiasi dan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para keluarga pegawai Kemenkeu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Menkeu menyampaikan pesan yang menguatkan keluarga yang ditinggalkan, ia berharap, meninggalnya para pegawai tersebut tidak membuat para keluarga korban berputus asa terutama bagi para putra-putrinya untuk meneruskan cita-citanya.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban karena seluruh dedikasi yang telah diberikan oleh anggota keluarga di dalam melaksanakan tugas sebagai pengelola keuangan negara dan tewasnya anggota keluarga di dalam menjalankan tugas adalah suatu kesedihan dan kehilangan yang sangat besar bagi kita semua. Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh anggota keluarga atas kesabaran, keikhlasan dan juga kekuatan yang luar biasa,” tutur Menkeu.

Lebih lanjut, sebagai bentuk empati atas kesedihan para keluarga korban, Kemenkeu memberikan seluruh hak-hak kepegawaian dari 21 pegawai Kemenkeu korban kecelakaan Lion Air tersebut secara penuh.

Pada kesempatan ini dilaksanakan pula penyerahan hak-hak kepegawaian kepada ahli waris dengan rincian antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dana Tabungan Hari Tua dan Jaminan Kematian, Tabungan Perumahan PNS (Taperum), Bantuan Biaya Pendidikan dari Kemenkeu, Dana Peduli Kementerian Keuangan, Kenaikan Pangkat Anumerta 1 tingkat lebih tinggi dan juga Piagam Penghargaan kepada korban, dengan rincian sebagai berikut:

1.      Pencairan Jaminan Kecelakan Kerja (JKK) 21 pegawai Kemenkeu korban kecelakaaan kepada ahli warisnya dengan nilai antara Rp 116.000.000 – Rp 211.000.000

2.      Pencairan dana Tabungan Hari Tua dan Jaminan Kematian dengan nilai antara Rp 85.000.000 – Rp 154.000.000

3.      Pengembalian Tabungan Perumahan (Taperum) PNS kepada ahli waris senilai sampai dengan Rp 6.500.000

4.      Bantuan Pendidikan berupa Polis Asuransi untuk 43 putera-puteri korban yang masih sekolah atau belum bekerja

5.      Dana Peduli Kemenkeu dari para pegawai sebesar Rp 25.000.000/keluarga

6.      Surat Kenaikan Pangkat Anumerta bagi 21 pegawai kemenkeu tersebut dan pemberian pensiun bagi janda, duda dan orang tua para pegawai. (ev/kom/sr)


facebook twitter
shadow