LPDP Salah Satu Upaya Membangun Manusia Indonesia

LPDP Salah Satu Upaya Membangun Manusia Indonesia

Jakarta 17/11/2017 Kemenkeu - Pada acara Gala Dinner Ulang Tahun AMINEF ke-25 dan Fulbright ke-65 di Indonesia di Jakarta, Rabu lalu (15/11), Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mempromosikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Dikutip dari halaman website Kemenkeu, “Indonesia juga berinovasi dalam mengoptimalkan dana pendidikan melalui LPDP,” kata Menkeu. Ide tersebut awalnya muncul dari diskusi Menkeu dengan beberapa Menkeu dari berbagai Negara Asean. “Ide ini awalnya muncul sekitar 7 tahun lalu, waktu itu saya menjabat sebagai Menkeu Indonesia (periode sebelumnya). Saat itu saya dalam salah satu pertemuan dengan beberapa Menkeu dari negara-negara ASEAN. Saya bertanya kepada kolega saya dari Malaysia, Singapura, dan Thailand tentang pendidikan pegawai mereka. Menkeu Malaysia bilang saya punya sekitar 50 pegawainya di London School of Economics, 50 atau mungkin sekitar 75, Singapura jangan ditanya lagi mereka mengirim setiap pegawai bersekolah ke universitas-universitas terbaik di dunia, bahkan Thailand juga,” cerita Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu juga menceritakan upayanya dalam memperkuat kelembagaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 7 tahun lalu. “Saya tanya ke tim saya (di Kemenkeu) 7 tahun lalu, berapa pegawai Kemenkeu yang bergelar PhD dari total 70,000 pegawai. Dan mereka menyatakan sekitar 20, 25 pegawai. Berapa yang sudah menjabat, berapa yang masih baru lulus. Saat itu yang baru lulus hanya sekitar 6 atau 7 orang. OK, panggil mereka untuk membantu saya untuk memperkuat kelembagaan Kemenkeu,” kenang Menkeu.

“Saat itu saya menyadari bahwa meskipun Indonesia adalah negara terbesar di Asean, kita tertinggal dalam hal kualitas SDM. Saya berpikir jika pegawai Kementerian Keuangan tidak memiliki human capital yang bermutu bahkan dibanding dengan negara tetangga, kita tidak akan menjadi leader di Asean,” kata Menkeu.

“Itulah alasan awal kenapa saya berpikir untuk memulai program beasiswa. Saya mulai memberikan beasiswa kepada masyarakat Indonesia (berprestasi) kesempatan untuk bersekolah di univeritas-universitas terbaik di dunia melalui program beasiswa,” tegas Menkeu.

Selanjutnya pemerintah membentuk LPDP dengan investasi awal Rp1 triliun dan sekarang telah berkembang sekitar Rp25 triliun dan masih terus berkembang.

“Kita mulai dengan Rp1 triliun untuk LPDP. Hari ini LPDP sudah memiliki hampir Rp25 triliun. Dan tahun depan bahkan mendekati sekitar Rp40 triliun dana pengelolaan. Dan kita kirimkan para penerima beasiswa terbaik ke hampir semua universitas terbaik di dunia, kita seleksi bahkan beberapa beasiswa untuk universitas dalam negeri, ini masih berkembang,” bangga Menkeu. (bs/rsa/kli)


facebook twitter
shadow