LPDP Tandatangani Kontrak Kinerja Badan Layanan Umum Tahun 2019

LPDP Tandatangani Kontrak Kinerja Badan Layanan Umum Tahun 2019

Jakarta, 27/02/2019 Kemenkeu – Pelaksana Tugas Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rionald Silaban, didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto sebagai saksi melaksanakan penandatangan Kontrak Kinerja (KK) Badan Layanan Umum (BLU) Tahun 2019 di Aula Dhanapala pada Selasa (26/02).

Selain dari pihak LPDP, KK BLU Tahun 2019 juga ditandatangani oleh Kepala RS Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Semarang, Rektor Universitas Andalas, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno, Rektor Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi serta Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya.

Penandatangan KK tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BLU Tahun 2019 yang bertema “Inovasi Teknologi dan Kolaborasi BLU untuk Pelayanan Lebih Baik”.

Salah satu bentuk inovasi teknologi dan kolaborasi antar-BLU Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi yang telah dilaksanakan adalah Telemedicine. Dalam kesempatan kali ini, dilakukan pula demonstrasi mengenai apa itu Telemedicine serta pengenalan Office Automation (OA).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kolaborasi antar-BLU dengan melibatkan teknologi seperti Telemedicine dan OA ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan BLU.

“BLU Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama-sama membentuk suatu sistem supaya Telemedicine bisa dilakukan, ini adalah kolaborasi antar-BLU. Dan dengan adanya office automation tadi kita berharap supaya bisa memperoleh informasi yang selalu up to date sehingga tercapai manajemen yang sifatnya selalu tepat waktu dan tepat kualitas,” ucap Menkeu.

Sri Mulyani juga berpesan supaya BLU tetap mengedepankan pelayanan yang maksimal dan efisien. “Walaupun dapat 128% dari target pendapatan, itu tidak berarti BLU itu kemudian berkejar-kejaran untuk mencari keuntungan. Karena BLU didesain untuk pelayanan namun secara efisien. Jadi harusnya kriterianya adalah bagaimana mereka bisa memberikan pelayanan sebanyak mungkin, semaksimal mungkin, sebaik mungkin, dengan efisiensi biaya, waktu dan proses bisnis,” pungkas Menkeu. (mro/kom/sr)


facebook twitter
shadow