PMO Setjen Bahas Konsep Kajian Compressed Working Hour

PMO Setjen Bahas Konsep Kajian Compressed Working Hour

Jakarta, 15/09/2017 Kemenkeu - Project Management Office (PMO) Sekretariat Jenderal menyelenggarakan PMO Informal Meeting pertama di tahun 2017 bertempat di Ruang Rapat Biro Organisasi dan Ketalaksanaan (Organta) pada Rabu (13/09). Kegiatan yang dibuka oleh Ketua PMO Dini Kusumawati ini mengangkat pembahasan terkait konsep kajian penerapan compressed working hour di lingkungan Kementerian Keuangan.

Dalam sambutannya, Dini Kusumawati menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari Instruksi Menteri Keuangan Nomor 346/IMK.01/2017 tentang Gerakan Efisiensi sebagai Penguatan Budaya Kementerian Keuangan dan Instruksi Sekretariat Jenderal Nomor 186/SJ/2017 tentang Gerakan Efisiensi Sekretariat Jenderal. Dimana dalam kedua instruksi tersebut dibahas mengenai work-life balance, yakni pemanfaatan jam kerja secara efektif dan meminimalisir jam lembur, dengan tetap memperhatikan tanggung jawab dan penyelesaian pelaksanaan tugas.

Dini juga menyampaikan bahwa hal ini sangat mendukung tercapainya kebahagiaan. "Kalau bicara tentang indikator kebahagiaan, pasti akan muncul pertanyaan 'bagaimana sih supaya kita work-life balance?'," terang Dini. Dini berharap agar kajian terkait compressed working hour dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja, sehingga para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan dapat menjalankan peran lain dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, ditekankan pula pentingnya peran pegawai wanita yang telah memiliki keluarga. Di samping sebagai pegawai, wanita juga memiliki peran yang sangat penting yakni sebagai ibu yang mendidik generasi penerus bangsa.

Pembahasan kajian kemudian dilanjutkan oleh Kasubbag Ketatalaksanaan IIb Noviana P. Nugraheni selaku narasumber. Dalam paparannya, Noviana menyampaikan materi konsep kajian yang meliputi prinsip compressed working hour di lingkungan Kemenkeu, perbandingan dengan Kementerian/Lembaga lainnya, alternatif-alternatif pelaksanaan compressed working hour tersebut, hingga dampaknya pada penghitungan Analisis Beban Kinerja.

Para peserta yang merupakan perwakilan dan setiap unit eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal, menyampaikan berbagai masukan dan gagasan terkait kajian compressed working hour. Diskusi berlangsung dengan sangat aktif dan pembahasan meliputi berbagai aspek seperti jam dan waktu pelayanan kepada stakeholders, lokasi dan jarak hunian pegawai, pemanfaatan teknologi informasi, kajian-kajian yang pernah dilaksanakan di unit eselon II masing-masing, hingga potensi masalah-masalah baru apabila kajian ini ditetapkan. (wa/kom)


facebook twitter
shadow