Sesjen Apresiasi Sinergi Pengembangan Sukuk Negara

Sesjen Apresiasi Sinergi Pengembangan Sukuk Negara

Jakarta, 24/05/2018 KemenkeuKementerian Keuangan menyelenggarakan buka bersama dengan para ulama dan stakehoders keuangan syariah di Aula Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, pada Rabu (23/05). Acara yang mengangkat tema “Kebijakan Fiskal untuk kesejahteraan rakyat dan peranan keuangan pembiayaan syariah”, diselengarakan dalam rangka membangun sinergi dan dialog yang positif. Acara dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekretaris Jenderal Hadiyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman, serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Dalam sambutannya, Sesjen menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan keuangan syariah di tanah air. Hal tersebut tampak dari berbagai inisiatif yang dikeluarkan pemerintah, seperti penyiapan perangkat perundang-undangan di bidang keuangan syariah antara lain undang-undang perbankan syariah dan undang-undang surat berharga syariah; dan mendorong pendirian bank umum syariah dan unit usaha syariah.  

Sesjen juga menyampaikan, bahwa sejak tahun 2008 pemerintah telah mengembangkan instrumen pembiayaan berbasis syariah yaitu Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sukuk Negara merupakan salah satu sumber pembiayaan APBN. Sepuluh tahun sejak penerbitan pertamanya, Sukuk Negara telah memberi kontribusi yang positif dan peran yang sangat signifikan dalam pembangunan nasional. Saat ini porsi Sukuk Negara dalam portofolio surat berharga telah mencapai 18 persen, bahkan dalam beberapa tahun terakhir Sukuk Negara telah berkontribusi 28-30 persen dari total kebutuhan penerbitan SBN. Dana dari penerbitan Sukuk Negara ini telah banyak digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur, termasuk proyek di sektor keagamaan seperti pembangunan dan revitalisasi asrama haji, pembangunan perguruan tinggi keagamaan negeri, pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA), hingga manasik haji di berbagai tempat di seluruh wilayah Indonesia.

Keberhasilan pengembangan Sukuk Negara tersebut, jelas Sesjen, tidak lepas dari kerjasama serta dukungan para stakeholders, khususnya di bidang keuangan syariah. Sesjen menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. "Kami berharap sinergi yang telah terbangun selama ini antara Kementerian Keuangan dengan para pemangku kepentingan dapat terjaga dan semakin baik lagi ke depannya, sehingga ketahanan fiskal menjadi semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat terus berlanjut," tutup Sesjen. (kom/lgr/wa)


facebook twitter
shadow