Sesjen: Simplify Our Works!

Sesjen: Simplify Our Works!

Jakarta, 30/12/2016 Kemenkeu – Di penghujung tahun 2016, Sekretaris Jenderal Hadiyanto melantik 6 pejabat Eselon III dan 4 pejabat Eselon IV di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Mezzanine, Gedung Juanda Kementerian Keuangan pada Jumat (30/12).

Pejabat-pejabat yang dilantik untuk jabatan Eselon III tersebut adalah Fasradi Satriawan, S.H., M.H. sebagai Kepala Bagian Hukum Pengelolaan Pembiayaan dan Hukum Umum Lainnya pada Biro Hukum; Zanaria, S.E., M.A. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Pusat Pembinaan Profesi Keuangan; F.X. Cahyo Wijayanto, S.E. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Teguh Darmono, S.Kom., M.T. sebagai Kepala Bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Sekretariat Pengadilan Pajak, Asnidar, S.H. sebagai Sekretaris Pengganti pada Sekretariat Pengadilan Pajak, dan Lukman Latif, S.E., Ak., M.M. sebagai Sekretaris Pengganti pada Sekretariat Pengadilan Pajak.

Sedangkan pejabat yang dilantik untuk jabatan Eselon IV adalah Halim Permadi, S.E., M.E. sebagai Kepala Subbagian Penganggaran I, Bagian Penganggaran pada Biro Perencanaan dan Keuangan; Budi Kurniawan, S.IP. sebagai Kepala Subbagian Perbendaharaan III, Bagian Perbendaharaan pada Biro Perencanaan dan Keuangan; Adhi Widhianto, S.E. sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Biro, Bagian Penganggaran pada Biro Perencanaan dan Keuangan; dan Rido, S.T. sebagai Kepala Subbagian Operasional dan Pemeliharaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Sekretariat Pengadilan Pajak.

Dalam sambutannya, Hadiyanto memberikan pesan kepada para pejabat yang dilantik agar dapat menyikapi pelantikan ini sebagai sesuatu yang wajar bagi organisasi. Dengan sikap tersebut diharapkan para pejabat yang dilantik dapat bekerja lebih baik lagi.

“Harapan saya adalah bagaimana kita bisa bekerja di tempat kerja yang baru menjadi lebih baik lagi”, jelasnya.

Ia menambahkan, Sekretariat Jenderal sebagai prime mover mempunyai tanggung jawab yang lebih besar, karena tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kepada pimpinan dengan baik, tetapi juga mendukung kinerja dan fungsi Kementerian Keuangan lainnya.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kapasitas dan knowledge, terutama agar kita tidak hanya bekerja secara normatif, tetapi juga harus inovatif”, pesan Hadiyanto.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Hadiyanto juga menjelaskan mengenai spirit PRiME yang dimiliki oleh Sekretariat Jenderal. PRiME merupakan spirit Setjen yang terdiri dari professionalism, responsive, innovative, modern, dan enthusiastic. Selain itu, ia berpesan agar para pejabat yang dilantik dapat menyederhanakan proses bisinisnya dalam rangka mendukung efisiensi dan efektivitas organisasi. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT).

“Kita butuh hidup yang lebih simple. Simplify our works!”, pesannya.


facebook twitter
shadow