Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kementerian Keuangan

Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kementerian Keuangan

Jakarta 07/02/2018, Setjen Kemenkeu - Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Biro Organta) menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Lingkungan Kementerian Keuangan, bertempat di Ruang Rapat Biro Organta, Gedung Juanda I, Jakarta. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama terkait GNRM pada unit-unit di lingkungan Kementerian Keuangan.

Para peserta sosialisasi merupakan perwakilan dari unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan dan Central Transformation Office (CTO). Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK), yakni M. Sobary dan Dr. H. Rumadi (anggota Gugus Tugas Nasional GNRM) serta Harod R. Novandi (Plt. Kasubbid. Pengembangan Nilai Budaya, Kemenko PMK).

Plh. Kepala Biro Organta, Humaniati dalam pembukaannya menyampaikan beberapa program kerja di Kementerian Keuangan yang selaras dengan GNRM, antara lain akselerasi pembangunan Zona Integritas, penilaian Kantor Pelayanan Terbaik, Survei Kepuasan Pengguna Layanan yang ke semuanya bertujuan untuk meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik kepada stakeholders.

Narasumber pertama, Dr. H. Rumadi memaparkan konteks revolusi mental, arah gerak revolusi mental, serta peran dan sinergi yang diharapkan dari segala lini, termasuk dari Kementerian Keuangan. Peran Kemenkeu misalnya penyederhanaan pertanggungjawaban keuangan dengan memperhatikan akuntabilitas keuangan, implementasi nilai-nilai Revolusi Mental-khususnya nilai integritas, dukungan kegiatan terkait ASIAN GAMES 2018, dan pemanfaatan media sosial untuk internalisasi GNRM dalam berbagai kegiatan. Narasumber selanjutnya, M. Sobary menjelaskan konsepsi dasar pembentukan nilai-nilai, apakah berharga/tidak, apakah luhur/tidak, dan apakah dicita-citakan/tidak. Sobary juga menyampaikan bahwa untuk mengubah mentalitas dapat dilakukan secara pelan-pelan melalui kondisi struktural birokrasi, terus melakukan perbaikan pada birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik dalam rangka mendukung tercapainya tujuan bernegara, mewujudkan suatu masyarakat yang makmur. Selain itu, Sobary juga memberikan wacana agar Kementerian Keuangan mengusulkan kepada Kemenko PMK untuk dijadikan model dalam mengimplementasikan GNRM.

Sesi selanjutnya merupakan sesi tanya-jawab dengan para peserta. Menjawab pertanyaan salah satu peserta, Harod R. Novandi menyampaikan beberapa kegiatan stimulan yang telah dilaksanakan di tahun 2017, antara lain KKN Mahasiswa Tematik Revolusi Mental 2017 dengan bekerja sama dengan 48 perguruan tinggi dan Gerakan Positif Bermedia Sosial dengan membentuk 66 agen aktif/pelopor revolusi mental yang terpilih dari 34 provinsi. Selain itu, mewakili Kemenko PMK, Harod juga menyampaikan apresiasinya untuk Kementerian Keuangan yang telah menyampaikan Laporan GNRM Kementerian Keuangan Tahun 2017 dan menerbitkan buku “Karena Kita Garda” (Kisah Inspiratif GNRM dan Budaya Kerja Kementerian Keuangan RI).

Sebelum acara ditutup, Kepala Bagian Ketatalaksanaan II Wardjianto mendorong unit-unit untuk terus menyosialisasikan GNRM, baik di kantor pusat maupun di instansi vertikal, agar terbentuk pemahaman yang sama tentang GNRM (tidak sebatas pembahasan konseptual). Dalam penutupannya, Humaniati menyampaikan pesan, perlunya pegawai Kemenkeu berdialog dengan diri sendiri untuk meluruskan kembali tujuan dalam bekerja. Humaniati berharap agar dengan hal tersebut, para pegawai Kemenkeu dapat menjadi ASN yang terbaik. (am/cr/org)


facebook twitter
shadow