Profil e-Procurement

e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dan berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum secara elektronik yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Latar Belakang e-Procurement

  1. Tuntutan masyarakat dalam memperoleh informasi seluas-luasnya mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah;
  2. Penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Tujuan e-Procurement
Untuk menciptakan transparansi, efisiensi dan efektivitas serta akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa melalui media elektronik antara panitia dan penyedia jasa

Manfaat e-Procurement

  1. Mengurangi kontak fisik yang dapat menimbulkan risiko KKN baik antar Penyedia, maupun antar Penyedia dan PPK/Panitia;
  2. Membuat proses interaksi antara pengguna dan penyedia jasa, serta masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat;
  3. Menghemat biaya operasional pengadaan baik dari sisi panitia maupun penyedia;
  4. Meningkatkan kontrol terhadap berbagai penyimpangan

Fungsi LPSE Kementerian Keuangan

  1. Mengelola sistem e-Procurement;
  2. Menyediakan pelatihan kepada Panitia dan Penyedia barang/jasa;
  3. Menyediakan sarana akses internet bagi Panitia dan Penyedia barang/jasa;
  4. Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan sistem e-Procurement kepada Panitia dan Penyedia barang/jasa;
  5. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap Panitia dan Penyedia barang/jasa.

facebook twitter
shadow