Transformasi Kelembagaan

 

Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan yang secara masif dimulai pada tahun 2007, menjadikan Kementerian Keuangan sebagai pionir Reformasi Birokrasi nasional, telah dapat dirasakan dampak positifnya bagi perbaikan birokrasi di Indonesia.

Selanjutnya pada Tahun 2013, Kementerian Keuangan memandang perlu untuk melangkah ke tahap selanjutnya yaitu Program Transformasi Kelembagaan untuk dapat melakukan perbaikan secara lebih masif, integral dan terstruktur, demi menciptakan Kementerian Keuangan yang lebih baik, yang mampu menghadapi tantangan di masa depan dan memenuhi harapan para stakeholders.

Sebagai pernyataan komitmen dan kesungguhan Kementerian Keuangan atas pelaksanaan Program Transformasi Kelembagaan, maka diwujudkan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 36/KMK.01/2014 tentang Cetak Biru Program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun 2014-2025. KMK dimaksud merupakan hasil dari studi transformasi kelembagaan yang dilaksanakan secara komprehensif dari bulan April hingga Desember 2013.

Studi tersebut melibatkan sekurangnya 24 ribu stakeholders internal dan 80 orang stakeholders eksternal, melakukan 60 sesi kerja dan minilabs untuk memecahkan masalah, melibatkan 30 orang pakar bidang studi, serta merupakan hasil analisis atas ratusan dokumen internal dan eksternal untuk memahami kondisi Kementerian Keuangan secara faktual.

Peran Sekretariat Jenderal dalam Transformasi Kelembagaan
Dalam mengawal pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi, Sekretariat Jenderal dinilai telah berhasil melaksanakan peran yang sangat fundamental yaitu sebagai pusat syaraf kementerian (sentra korporat) yang menetapkan fondasi bagi kementerian sekaligus penentu keberhasilan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di seluruh unit di lingkungan Kemenkeu.

Selanjutnya dalam pengimplementasian Program Transformasi Kelembagaan, Sekretariat Jenderal diharapkan dapat menjawab ekspektasi yang semakin meningkat dari unit eselon I serta dapat menjalankan peran yang jauh lebih besar dan lebih kompleks di seluruh fungsi korporat. Untuk dapat menjawab tantangan di atas secara optimal, Sekretariat Jenderal telah merumuskan visi baru yang lebih fokus dan jelas yaitu ‘Menjadi penggerak utama penyempurnaan berkelanjutan demi terwujudnya visi Kementerian Keuangan’, serta membentuk Project Management Office (PMO) yang intens mengawal dan memastikan pelaksanaan Transformasi Kelembagaan (Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor Kep-245/ SJ/2014).

 

Menjadi penggerak utama penyempurnaan berkelanjutan demi terwujudnya
visi Kementerian Keuangan 

Visi Baru Sekretariat Jenderal

 

Untuk dapat menjawab tantangan di atas secara optimal, Sekretariat Jenderal telah merumuskan visi baru yang lebih fokus dan jelas yaitu ‘Menjadi penggerak utama penyempurnaan berkelanjutan demi terwujudnya visi Kementerian Keuangan’, serta membentuk Project Management Office (PMO) yang intens mengawal dan memastikan pelaksanaan Transformasi Kelembagaan (Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor Kep-245/ SJ/2014).

Tujuan Transformasi Kelembagaan
Tujuan jangka panjang yang diharapkan dapat dirasakan oleh Kementerian Keuangan secara keseluruhan dari pelaksanaan program Transformasi Kelembagaan di lingkungan Sekretariat Jenderal, adalah:

  1. Sentra korporat akan difokuskan kembali untuk menyediakan keahlian strategis, layanan efisien, dan memberdayakan unit Eselon I di seluruh 8 fungsi inti korporat;
  2. Pengelolaan kinerja yang dipandu pimpinan akan direvitalisasi melalui IKU-IKU yang dirampingkan dan penerapan dialog kinerja model baru bagi 200 Eselon I/Eselon II;
  3. Kegiatan-kegiatan utama SDM akan berlangsung 10-30% lebih cepat dan lebih efektif melalui penyempurnaan dalam struktur, proses, TI, dan kapabilitas pegawai yang khas; serta
  4. 100% jabatan strategis akan diisi melalui upaya-upaya terobosan bagi program-program SDM seperti perencanaan suksesi, perekrutan tenaga profesional eksternal, dan talent pool.

8 Inisiatif Strategis Tema Sentral
Dalam lampiran Keputusan Menteri Keuangan Nomor 36/KMK.01/2014 disebutkan bahwa 8 (delapan) inisiatif strategis pada Tema Sentral yang terdiri dari:

  1. Memperkuat Organisasi dan tata kelola Kemenkeu.
  2. Memfokuskan ulang organisasi Setjen.
  3. Merevitalisasi manajemen kinerja.
  4. Menyelaraskan strategi, perencanaan dan kinerja melalui penganggaran berbasis kinerja.
  5. Memperkuat pengadaan dan pengelolaan aset.
  6. Memperkuat proses hukum.
  7. Memperkuat TIK.
  8. Memperkuat SDM.

 


Progress dan Capaian Transformasi Kelembagaan PMO Sekretariat Jenderal
Progress dan Capaian Transformasi Kelembagaan PMO Sekretariat Jenderal Tahun 2014
Progress dan Capaian Transformasi Kelembagaan PMO Sekretariat Jenderal Tahun 2015
Progress dan Capaian Transformasi Kelembagaan PMO Sekretariat Jenderal Tahun 2016

 

Project Management Office Sekretariat Jenderal
Gedung Djuanda II Lantai 17  Jakarta Pusat 10710
(021) 344.9230 | pmosetjen@kemenkeu.go.id
www.setjen.kemenkeu.go.id/transform


facebook twitter
shadow